Kamis, 23 Oktober 2014

OSI LAYER



OSI LAYER

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.
Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
·         Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan olehInternet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
·         Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
·         Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.
OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IPDECnetdan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference ModelOSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.
Struktur tujuh lapis model OSI
 


OSI Reference model, yakni sebgaai berikut :
 
Layer
Fungsi
Contoh Protokol
Application
Menyediakan servis bagi berbagai aplikasi network.
NNTP, HL7, Modbus, SIP, SSI, DHCP, HTTP, SMTP, SNTP, Telnet
Presentasion
Mangatur konverensi dan translasi sebagai format data, seperti kompresi data dan enkripsi data.
TDI, ASCII, EBCDIC, MIDI, MPEG
Session
Mengatur sesi (session) yang meliputi establishing (memulai sesi), maintaining (mempertahankan sesi), dan terminating (mengakhiri sesi) antar entitas yang dimiliki oleh presentasion layer.
SQL, X Window, NetBIOS
Transport
Menyediakan end-to-end communication protocol. Layer ini bertanggung jawab terhadap keselamatan dat dan segmentasidata, seperti : mengatur flow control, error detection, error correction, data sequencing dan ukuran paket data.
TCP, SPX, UDP, SCTP, IPX
Network
Menentukan rute yang dilalui oleh data. Layer ini menyediakan logical addressing dan path determination.
IPX, IP, ICMP, IPSec, ARP, RIP, IGRP, BGP, OSPF, NBF
Data link
Menentukan pengalamatan fisik, error notification, frame flow control dan topologi network. Ada dua sub layer pad adata link yaitu : Logical Link Control (LLC) dan Media Access Control (MAC), LLc ,engatur komunikasi, seperti error notification dan frame flow control. MAC mengatur pengalamatan fisik yang digunakan dalam proses komunikasi antar adapter
Channel, Frame Relay, SDLC, HDLC, ISL, PPP, Token ring
Physical
Menentukan masalah kelistrikan/gelombang/medan dan berbagai prosedur/ fungsi yang berkaitan dengan link fisik, seperti besar tegangan/arus listrik, panjang maksimal transmisi, pergantian fasa, jenis kabel dan konektor.
RS-232, V.35 10BASE-T